Kamis, 09 Mei 2013

Dokumentasi Training JFI :”Teknik Marketing yang Efektif” di Hotel Orange, Solo, 23 April 2013

Pada Selasa 23 April 2013 telah dilaksanakan training JFI tentang  :”Teknik Marketing yang Efektif” di Hotel Orange (d/h Hotel Asia), Solo. Pelatihan ini diikuti oleh beberapa BPR yang berasal dari kawasan Solo dan wilayah Jawa Tengah lainnya.
            Modul pelatihan ini menyampaikan 3 lapisan utama untuk teknik marketing atau pemasaran yang efektif di BPR, yaitu 4 Landasan, 5 Pilar dan 5 faktor Pendukung. Salah satu dari 4 unsur landasan yang dimaksudkan adalah perlunya SDM Pemasar selalu menata emosi supaya positif setiap hari. Hal tersebut juga memiliki relevansi dengan pendapat Anthony Robins yang mengatakan :”Emotion creates motion”. Tindakan-tindakan efektif dari Pemasar berawal dari emosi yang positif.
Bagi seorang Pemasar, sebagai salah satu bagian dati 5 Pilar dalam marketing yang efektif, diharuskan semakin menguasai sistematika penjualan, seperti Prospecting, Contacting, Probing, Presenting, dan Follow Up. Untuk mendukung semakin efektifnya seseorang Pemasar menjalankan tugasnya, diperlukan paling tidak 5 faktor pendukung, salah satu diantaranya adalah memiliki kebiasaan yang efektif setiap hari, seperti biasa tampil rapi, memiliki target, proaktif, menjalankan skala prioritas, membangun sinergi, dan lain-lain. Pada awalnya, seseorang Pemasar membentuk Kebiasaan yang efektif, tetapi pada akhirnya kebiasaan yang efektiflah yang menggerakkan atau membentuk seorang Pemasar. Hal tersebut juga memiliki relevansi dengan pendapat Aristoteles, yang menyatakan :”Kita adalah yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu, keunggulan bukanlah sebuah perbuatan, melainkan sebuah Kebiasaan”. ***
(***Kardi Jfi/Training Leader JFI)

Sabtu, 25 Agustus 2012

Dokumentasi Training JFI :"Teknik Marketing yang Efektif" di Hotel Mercure, Pontianak 17 Juli 2012

Dengan mengambil tempat di Ruang Jelutung, Hotel Mercure Pontianak, telah dilaksanan pelatihan JFI tentang :"Teknik Marketing yang Efektif" pada Selasa 17 Juli 2012. Adapun latar belakang pelaksanaan pelatihan ini bahwa tantangan penyelenggaraan bisnis BPR saat ini maupun masa yang akan datang, jauh lebih berat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Oleh karenanya, diperlukan teknik marketing yang efektif  untuk mendukung realisasi rencana kerja BPR, serta untuk memastikan peningkatan kiberja, daya saing dan kesinambungan usaha.
Sedangkan tujuan pembelajaran pada pelatihan ini bagi peserta adalah 1) mampu menerapkan 4 dasar teknik marketing yang efektif; 2) mampu melaksanakan 5 Prinsip teknik marketing; 3) mampu menyelaraskan dasar  dan prinsip teknik marketing dengan 5 faktor pendukung; 4) mampu memformulasikan dan mengelola target penjualan secara efektif; 5) mampu merealisasikan target penjualan secara personal maupun pada bagian institusional; 6)Mampu melakukan evaluasi kinerja penjualan secara berkesinambungan.
(Kardi Jfi/Training Leader JFI).  

Selasa, 21 Agustus 2012

DOKUMENTASI TRAINING JFI :"PENYUSUNAN KEBIJAKAN PERKREDITAN BPR" DI HOTEL BANJARMASIN INTERNATIONAL, BANJARMASIN 14 JULI 2012.

Pada 14 Juli 2012 di Ruang Bongenvil, Hotel Banjarmasin International (HBI), telah dilaksanakan pelatihan :"Penyusunan Kebijakan Perkreditan BPR" dengan instruktur Kardi JFI. Latar belakang dari pelatihan ini bahwa sesuai dengan ketentuan pasal 27A PBI No.13/26/PBI/2011 tentang Perubahan atas PBI No.8/19/PBI/2006 tentang Kualitas Aktiva Produktif dan Pembentukan PPAP BPR, setiap BPR wajib menyampaikan Pedoman Kebijakan . Perkreditan BPR kepada Bank Indonesia.
Sedangkan tujuan instruksional pelatihan ini adalah Peserta : 1)   Mampu memahami latar belakang penyusunan Pedoman Kebijakan Perkreditan BPR; 2)  Mampu memahami prinsip kehati-hatian dalam Perkreditan; 3)  Mampu memahami organisasi dan manajemen perkreditan;4)  Mampu memahami kebijaksanaan Persetujuan Kredit; 5) Mampu memahami Dokumentasi dan Administrasi Kredit; 6)  Mampu memahami Pengawasan Kredit; 7)  Mampu memahami Penyelesaian Kredit Bermasalah (Restrukturisasi, AYDA, Hapus Buku, Hapus Tagih Kredit); 8)   Mampu menyusun Draf Pedoman Kebijakan Perkreditan BPR.
(*Kardi Jfi/Training Leader JFI). 

Dokumentasi Training JFI :"Personal Expanding bagi SDM BPR" di Ruang Hilde, Hotel Nalendra, Bandung, 14 Juli 2012

Pada Sabtu 14 Juli 2012, telah dilaksanakan pelatihan JFI dengan judul :"Personal Expanding bagi SDM BPR" di Ruang Hilde, Hotel Nalendra, Bandung, dengan instruktur Subhan Rizky. Adapun latar belakang dilaksanakannya pelatihan ini adalah  untuk membuka kesadaran baru bagi peserta,  bagaimana cara berpikir dan berperasaan yang memberdayakan dan optimal serta meningkatkan produktifitas, tanggung jawab, integritas, kreatifitas (attitude) dan peningkatan kemampuan personal/pribadi karyawan untuk peningkatan kinerja BPR.

Sedangkan manfaat pelatihan ini bagi BPR adalah 1.    Menyadari Kekuatan/Potensi yang ada dalam diri dan bagaimana cara mengembangkannya; 2.    Memahami  Tanggung Jawab dan memanfaatkan Tanggung Jawab untuk Produktifitas Tinggi; 3.    Meningkatkan Kesadaran akan pentingnya Integritas Tinggi; 4.    Mampu mengelola Pikiran dan melatih Perasaan untuk Kinerja Puncak; 5.    Mampu  menjadi Pribadi yang Berdaya Guna dan Kreatif/Inovasi; 6.    Mampu  menjadi Pemimpin bagi Diri Sendiri; 7.    Mampu Membangun Pribadi  yang Tangguh.
( Kardi JFI/Training Leader JFI )

Sabtu, 28 Juli 2012

DOKUMENTASI TRAINING JFI :"ANALISA KREDIT UNTUK PERORANGAN & UMKM” DI RUANG MARULITUA, HOTEL NALENDRA BANDUNG 7 JULI 2012

Pada sabtu 7 Juli 2012, bertempat di ruang Marulitua, Hotel Nalendra, Bandung, telah dilaksanakan pelatihan :"Analisa Kredit untuk Perorangan dan UMKM". Latar belakang pelatihan ini  mengedepankan bahwa  kecenderungan perubahan lingkungan bisnis BPR mengindikasikan perlunya perubahan untuk menjadi lebih baik, termasuk didalamnya memastikan penanganan kredit atau aktiva produktif  dari awal. Lazimnya, dimulai dari awal dengan baik, pada umumnya dapat mendukung peningkatkan kinerja serta bisa menurunkan resiko kredit, sehingga tidak terlalu rumit dalam penagihan misalnya.


Sedangkan tujuan pembelajaran pada pelatihan ini terdiri dari beberapa hal, antara lain :

-          Mampu memahami karakteristik Kredit untuk Perorangan dan UMKM;
-          Mampu memahami keterkaitan analisa kredit dengan manajemen perkreditan;
-          Mampu memahami persyaratan kredit;
-          Mampu menetapkan jangka waktu, plafond Kredit dengan penggunaan proyeksi Cash Flow dalam kegiatan analisa kredit;
-          Mampu menilai dan atau menganalisa komponen yang terkait dengan keputusan kredit;
-          Mampu memahami keterkaitan antara analisa kredit dengan monitoring, penagihan  dan pelunasan kredit.
-     Mampu melakukan wawancara untuk penyusunan proyeksi data keuangan nasabah   atau Calon Nasabah dan untuk mendapatkan informasi lainnya yang dibutuhkan dalam analisa kredit.
(Untuk Informasi training JFI = Jakarta Financial Institute, baik reguler maupun inhouse training, bisa dihubungi melalui nomor : 081318967743).